Anak-anak HARAM ngerokok. Dewasa??

Posted: 15 Agustus 2008 in Sok Pinter
Tag:, , , , , , ,

Photobucket

Seperti kita ketahui bersama MUI bakalan ngeluarin fatwa soal larangan merokok bagi anak-anak atas usulan dan anjuran Komisi Nasional Perlindungan Anak yg dimotori sama Kak Seto.

Alasannya, seperti yg dilansir liputan 6.com , bahwa dari data Badan Kesehatan Dunia (WHO) perokok anak di Indonesia mengalami peningkatan yg dahsyat. Diperkirakan, 37 persen atau 25 juta dari 70 juta anak Indonesia sudah menjadi perokok. Ironisnya lagi, 1,9 persen di antaranya sudah merokok pada usia empat tahun. Gila nggak tuh?

Jadi, bagi kamu yg ngerasa masih anak-anak dan remaja JANGAN MEROKOK!!! HARRRRAM TAU!!!
Untung gw dah berenti ngerokok, soalnya gw kan masih remaja, bisa kena fatwa. hihihi

Lha terus yg bapak-bapaknya gimana dong? Nggak kena fatwa ya?
Itu namanya diskriminasi. Mentang2 masih anak2 enak aja main dikenain fatwa-fatwaan.
Praduga gw sih Bapak-bapak yg bikin fatwa ituh… ngerokok juga. So, mana mungkin mereka bikin fatwa untuk mengharamkan sesuatu yg mereka sendiri sukai.
Harusnya yang namanya fatwa itu kan diberlakukan merata. Ga pandang bulu, baik tua muda, remaja, balita bahkan kakek-nenek sekalipun.
Kalo pandang bulu…. pastinya monyet dong yg bakalan sering kena fatwa, secara bulunya se-abreg. gwakakak

Ada alasan lain yg diutarakan salah satu ulama MUI, yaitu untuk memutus generasi perokok. Alasan yg ga logis. Gimana bisa memutus, wong para bapak-bapanya masih suka ngepul sa’enae udele dewek di depan anak2nya sendiri kok. Secara ga langsung anak juga bakalan meniru perilaku orang tuanya. Seperti yg kita liat di iklan pasta gigi di TV ituh, anak bakalan ngikutin apa yg dilihatnya setiap hari, terutama dari orang tuanya. Klo orang tuanya sering ngelakuin A pasti anaknya juga nglakuin perbutan yg ga jauh2 dengan A.

Bukannya gw sinis soal fatwa itu. Asli gw sendiri sebenernya mantan perokok(walaupun ga berat), Gw juga dukung soal anti rokok ini. Cuma kalo menurut gw sih aturan yag lama aja soal larangan merokok di tempat umum dengan denda aja ga ada juntrungannya, ini ada lagi yg baru.

Anehnya, Kalangan pondok pesantren (ponpes) besar di Jawa Timur menolak rencana MUI yang akan mengeluarkan fatwa mengenai larangan merokok. Tau nggak kenapa ? coba deh baca ini pasti paham.

Klo menurut gw lagi, lebih baik peraturan yang sudah ada saja yang dilaksanakan dengan konsekuen dan konsisten itu lebih mengikat ketimbang segala fatwa MUI yang belum tentu juga dipatuhi bahkan oleh ummatnya

Lebih baik peraturan yang ada ditegakkan dan disempurnakan. Kalau perlu tambah larangan merokok itu, misalnya saja dilarang merokok di depan orang yang tidak merokok, dilarang merokok di depan anak-anak.

Sayangnya peraturan tinggal peraturan.

Eniwei, intinya gw sebenernya ngedukung dengan fatwa larangan merokok ini.
Yah, sebagai langkah awal diberlakukan buat anak2 dulu, semoga kedepannya diberlakukan juga buat kalangan dewasa. Jujur, gw juga ga mau anak gw kelak jadi perokok.

Bakalan efektif nggak ya dengan adanya fatwa MUI ini?

Komentar
  1. Farijs van Java mengatakan:

    yah, dasar MUI g pny taring. ngurusin awal puasa aj g becus. hwehe.

    mslh ngerokok haram, gw setuju bgt, ring. mlh mnrt gw, org yg ngerokok tu egois dan pengecut. mo bunuh diri aj ngajak2 orang lain. hoho.

    tp haramnya ya scra kslrhn, lah. aneh aj g diharamkan dgn alasan kasian ama para petani tembakau. kl kek gt, knp mengharamkan narkoba??

    yah, jd es mosi nih, ring. tgl 24 ngikut kagak lo?

  2. ndöp™ mengatakan:

    setuju sama farijs!

    btw, adikku yang SLB juga iku2an ngerokok kayak kakak-kakaknya (selain AKU!!!)

    kalo pas saya marahi, dia selalu bilang ikutan kakaknya (kakak selain SAYA!)

  3. Gelandangan mengatakan:

    *geleng2 kepala
    emanknya tuh kak seto kurang kerjaan atau gimana
    semuakan tergantung dari person seseorang aja
    apa kah dia mau ngerokok atau enggak jangan dibawah2 lari ke agama dunk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s