Andai saja aku tahu jawabannya

Posted: 15 Maret 2008 in Yang Paling Garing
Jumat siang tadi, selesai shalat Jum’at di Masjid Nurul Amal, saat mencari-cari sandal bututku yang bertumpuk-tumpuk di antara sandal-sandal jamah lainnya tiba-tiba ada tangan yang menepuk pundakku dari belakang. Saat aku menoleh tersungging sebuah senyuman khas dari wajih yang sudah tiga tahun ini aku tak menjumpainya. Ikhwan. Namanya Ikhwan. Dia teman karibku saat SMA. Dan sudah tiga tahun ini kami tidak pernah ketemu lagi setelah aku di Jakarta.

Dia ahli dalam menciptakan suatu tebak-tebakan. Bukan asal tebak-tebakan atau plesetan yang sekarang sering dipake abg-abg. Tebakannya begitu berbobot, cerdas, dan pastinya terselip pesan moral.

Saat kutanya maksud kedatangannya ke Jakarta ini ternya dia sedang mengantarkan keponakannya untuk mendaftar di salah satu Pondok Pesantren di kawasan Tangerang. Aku memang pernah memberikan alamatku di Jakarta ini kepada dia. Kalau-kalau saja suatu saat nanti dia ingin berkunjung ke sini.

Aku ajak dia kek kosan. Seperti biasa setelah  kangen-kangenan, dia melontarkan sebuah tebakan. Dan apabila dalam 10 menit aku tidak bisa menjawabnya, atau menjawabnya tapi salah sampai tiga kali, maka harus mentraktir makanan kesukaannya.

Begini…

Di suatu kerajaan entah berantah hiduplah seorang pemuda miskin yang rupawan. Ketampanannya terkenal sampai ke pelosok negeri. Sampai-sampai putri sang raja-pun jatuh cinta kepadanya. Begitupun sebaliknya. Pemuda miskin yang hidup sebatang kara itu pun mencintai sang putri raja dengan segenap hati.

Namun hubungan mereka tidak direstui oleh sang baginda Raja. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk kawin lari. Mendaki gunung, menyeberang laut, kemanapun asal bisa pergi dari tempat yang tidak bisa menyatukan cinta mereka.

Sang raja murka luar biasa. Lalu mengerahkan seluruh pasukannya untuk mencari mereka. Setelah beberapa Bulan, akhirnya pasangan kontroversial itu tertangkap juga. namun alangkah terkejutnya sang raja ketika mendapati putrinya sedang hamil 3 bulan. Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur.

Kisah percintaan mereka terdengar sampai ke seluruh pelosok negeri. Dan rakyat pun seolah mendukung kisah cinta mereka. mereka membujuk sang raja agar dapat menerima pemuda miskin itu menjadi menantunya. namun Sang Raja tidak peduli sama sekali. dia ingin membunuh lelaki yang telah mencoreng mukanya itu.

Tapi sebagai raja yang besar, ia pun ingin bersikap secara bijaksana. Dia memutar otak.

Pada suatu hari dikumpulkannyalah seluruh rakyatnya di alun-alun kerajaan tersebut. Lalu Sang Raja berkata “Wahai rakyatku semuanya, dengarlah. Aku tahu kalian mendukung pemuda miskin yang telah menghamili putriku itu, tapi aku akan tetap menghukum dia. Karena kelancangannya dia telah mencoreng mukaku. Walaupun aku tahu putriku teramat-sangat mencintainya. Tapi.. aku tetap akan menghukumnya. Namun sebagai seorang raja yang bijaksana aku akan meberikan sebuah pilihan. Apabila dia beruntung, maka ia akan kubebaskan dan akan kunikahkan dia dengan putriku.”

Kemudian sang raja mengambil dua buah gulungan daun lontar yang sudah diikat dengan tali pelepah pisang dari balik jubah kebesarannya. “Lihatlah” lanjutnya. “Dua buah daun lontar ini sudah aku tuliskan kata HIDUP dan MATI. Kedua daun lontar ini akan aku masukan kedalam tempayan.” sang Raja kemudian memasukan kedua daun lontar itu kedalam tempayan yang sudah disediakan, lalu mendekati sang pemuda miskin. “Dan kau, Wahai pemuda miskin.” ujar sang raja “kamu harus memilih salah salah satu daun lontar itu. nasibmu ada di situ. Apabila kamu mendapatkan daun yang bertuliskan HIDUP, maka kau akan ku bebaskan dan aku izinka engkau untuk mengawini anakku. Tapi apabila yang kau dapatkan adalah daun lontar yang bertuliskan MATI, maka kau akan langsung aku bunuh dengan pedangku sendiri.” Sang pemuda miskin itu gemetar bukan main. dan rakyat pun terbelalak mendengar perkataan rajanya itu.

Sang pemuda miskin itu tahu pastilah kedua daun lontar yang telah dimasukan kedalam tempayan itu kedua-duanya bertuliskan MATI. Apapun yang dia pilih, kematian menantinya.

###

Begitulah Ikhwan melontarkan prolog tebakannya. Hampir seperti mendongeng.  Yang harus aku tebak adalah bagaimana cara pemuda miskin itu agar dapat lolos dari jebakan sang raja? Namun dengan cara yang terhormat.

Lalu aku menjawab “bisa saja sang Pemuda Miskin itu melarikan diri dan bersembunyi di kerumunan masa” “salah” kata Ikhwan. “Atau dia menyandera sang putri?” “Salah juga”. “Oke, Dia menantang sang raja berduel.” Ikhwan terkekeh. “He.. he..  Luar biasa jawabanmu”. Akhirnya aku bisa menebak jawabannya lalu aku loncat kegirangan. “Jawaban Aku benarkan?” kataku sumringah. Lalu ikhwan mendekatkan wajahnya dan berkata “Maksudku, jawabanmu itu luar biasa ngawurnya.. Ha.. ha..” Dia kelojotan dan gempulingan (guling-guling) sambil tertawa terbahak-bahak. Aku cemberut saja. Tiga jawaban yang kuberikan salah. dan 10 menitpun telah berlalu. Lagi-lagi aku harus mentraktirnya.

Setelah aku traktir dia makan sepuasnya, akupun penasaran dengan jawabannya. Bagaimana sih cara Pemuda Miskin itu agar dapat lolos dari jebakan kematian sang Raja. Tapi Ikhwan tidak memberikan jawabannya. malah dia mengajukan tantangan lagi agar aku bisa menemukan jawabannya. Apabila sampai hari minggu besok aku menemukan jawabannya dan benar, maka dia akan mentraktirku. Begitupun sebaliknya.

Makanya aku ga inin kalah dua kali. Barangkali ada yang tahu jawabannya?

Aku tunggu ya… makasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s