
Bidadariku,
Namamu tak terukir
Dalam catatan harianku
Asal usulmu tak hadir
Dalam diskusi kehidupanku
Wajah wujudmu tak terlukis
Dalam sketsa mimpi-mimpiku
Indah suaramu tak terekam
Dalam pita batinku
Namun kau hidup mengaliri
Pori-pori cinta dan semangatku
Sebab
Kau adalah hadiah agung
Dari Tuhan
Untukku
Bidadariku
Seorang perempuan shalihah yang akan jadi bidadariku, yang akan aku cintai sepenuh hati dalam hidup dan mati, yang akan aku harapkan jadi teman perjuangan merenda masa depan, dan menapaki jalan Ilahi, itu siapa? Aku tak tahu. Ia masih berada dalam alam ghaib yang belum dibukakan oleh Tuhan untukku. Jika waktunya tiba semuanya akan terang. Hadiah agung dari Tuhan itu akan datang.
dikutip dari Novel Ayat-Ayat Cinta-nya Kang Abik
Aisha, penggambaran sosok wanita yang sempurna.
Siapa yang tak mau apa bila ia berkenan jadi pendamping hidup kita.
Oh… Aisha,
Manusia ’sesuci’ Fahri saja tak berani mengharapkanmu, membayangkanmu,
Apalagi aku yang hina ini.
Tapi… akankah ada bidadari sepertimu yang mendekatiku bila ku tak mencarinya?
Oh… Aisha. haruskah ku cari dirimu?





yaelah, ring. bidadari mah adanye di surga. lo mati aja dulu sono. hehe….
(^_^)v
yah, dari dulu aku juga lagi cari Aisha. perempuan yg bener2 namanya Aisha. dari dulu, jauh sebelum ada AAC, aku pengen punya istri yg namanya Aisha!